
Pengunduran Diri Rahayu Saraswati dari DPR RI
Rahayu Saraswati Djojohadikusumo, yang akrab disapa Sara, adalah seorang politikus Partai Gerindra dan keponakan Presiden Prabowo Subianto. Pada Rabu (10/9/2025), ia mengumumkan pengunduran dirinya sebagai anggota DPR RI periode 2024–2029 melalui unggahan di akun Instagram pribadinya. Dalam pernyataannya, Sara menyampaikan bahwa ia secara resmi mundur dari posisi sebagai anggota Fraksi Gerindra.
Meski telah memutuskan untuk mundur, Sara tetap berharap bisa menyelesaikan tugas terakhirnya di parlemen, yaitu pembahasan dan pengesahan Rancangan Undang-Undang (RUU) Kepariwisataan di Komisi VII DPR RI. Ia berharap masih diberi kesempatan untuk menuntaskan agenda tersebut.
Kekayaan Rahayu Saraswati
Sara melaporkan harta kekayaannya pada 29 Maret 2025. Berdasarkan data Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) yang diterbitkan oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Sara memiliki total kekayaan sebesar Rp34.472.155.947 atau sekitar Rp34,4 miliar. Kekayaan terbesarnya berasal dari aset berupa tanah dan bangunan yang tersebar di berbagai wilayah seperti Kebumen, Bekasi, dan Jakarta Pusat dengan total nilai mencapai Rp20.040.147.000.
Selain itu, Sara juga memiliki empat mobil yang termasuk dalam aset berwujud. Keempat kendaraan tersebut antara lain Toyota Vellvire Minibus tahun 2019 senilai Rp800 juta, Toyota Alpard Minibus tahun 2021 senilai Rp1,05 miliar, Toyota Land Cruiser Jeep SC.HDTP tahun 2023 senilai Rp2,4 miliar, dan Toyota Fortuner Jeep SC.HDTP tahun 2023 senilai Rp550 juta. Total nilai aset alat transportasi dan mesin milik Sara mencapai Rp4,8 miliar.
Selain itu, Sara juga memiliki harta bergerak lainnya sebanyak Rp615 juta, surat berharga senilai Rp4,241 miliar, serta kas dan setara kas sebesar Rp8,169 miliar. Namun, ia juga tercatat memiliki utang sebesar Rp3,393 miliar.
Alasan Pengunduran Diri
Keputusan Sara untuk mundur dari DPR RI tidak lepas dari kontroversi pernyataannya tentang lowongan kerja dalam sebuah podcast pada Februari 2025. Dalam podcast tersebut, Sara mengajak anak muda untuk membuat usaha sendiri daripada bergantung pada pemerintah. Potongan video tersebut kembali viral pada Agustus 2025 dan menimbulkan gelombang kritik publik.
Sara mengakui bahwa niatnya awalnya ingin mendorong entrepreneurship, terutama di era transformasi digital yang membuka peluang ekonomi kreatif. Namun, ia menyadari bahwa kata-katanya telah menyakiti banyak pihak, terutama mereka yang sedang berjuang untuk menghidupi keluarganya. Ia menegaskan siap bertanggung jawab atas ucapannya tersebut dan menyampaikan permohonan maaf yang sebesar-besarnya.
Ia juga menyampaikan rasa terima kasih kepada para pemilih di Jakarta Barat, Jakarta Utara, dan Kepulauan Seribu yang telah mempercayakan suara mereka padanya pada Pemilu 2024. Ia memohon maaf jika telah mengecewakan mereka selama menjalani tugasnya.
Rekam Jejak Karier
Sebelum terjun ke dunia politik, Sara dikenal sebagai presenter televisi dan aktivis. Ia pernah menjadi Co-Host Talk Indonesia di Metro TV. Berikut riwayat karier Sara:
- Direktur PT Arsari Duta Semesta (2008)
- Komisaris PT Arsari Putra Indonesia (2008)
- Direktur PT Media Desa Indonesia (2009)
- Direktur PT Arsari Media Indonesia (2009)
- Co-Host Talk Indonesia (2010)
- Direktur The Legacy Pictures Pte.Ltd (2013)
- Direktur Utama PT Bima Sakti Bahari (2020)
- Anggota DPR RI (2024)
Aktivitas dalam Organisasi
Sara juga dikenal aktif dalam berbagai organisasi. Ia pernah menjabat sebagai Wakil Ketua Umum Pemuda Tani Indonesia pada 2017, hingga Ketua Umum Tunas Indonesia Raya pada 2022. Berikut riwayat organisasi Sara:
- Wakil Ketua Umum Satuan Relawan Indonesia Raya (2008)
- Wakil Ketua Umum Pemuda Tani Indonesia (2017)
- Wakil Ketua Umum Gerakan Indonesia Raya (2020)
- Presidium Kaukus Perempuan Politik Indonesia (2021)
- Ketua Umum Tunas Indonesia Raya (2022)