Kontroversi Nama Raffi Ahmad dalam Bursa Menteri Pemuda dan Olahraga
Beberapa waktu terakhir, nama Raffi Ahmad, seorang presenter sekaligus pengusaha ternama, muncul sebagai salah satu kandidat calon Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) dalam Kabinet Merah Putih yang dipimpin oleh Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka. Keberadaan namanya dalam bursa ini memicu berbagai reaksi dari berbagai pihak.
Sebelumnya, Dito Ariotedjo dianggap akan mengundurkan diri dari jabatan Menpora, sehingga banyak nama-nama lain mulai muncul dalam daftar calon. Tidak hanya Raffi Ahmad, beberapa tokoh lain seperti mantan atlet hingga politisi juga turut masuk dalam bursa tersebut. Salah satu pernyataan kontra datang dari rekan sesama selebritas Raffi Ahmad di dunia hiburan. Ia menilai bahwa Raffi tidak cocok menjadi Menteri, dan lebih pantas jika posisi itu diberikan kepada Taufik Hidayat, mantan atlet bulu tangkis dunia.
"Kalau bicara tentang Menpora, kalau cocok ya gua akan prefer ke Taufik Hidayat karena dia adalah mantan atlet dunia, bukan hanya nasional. Dan dia adalah pelaku langsung," ujar Sandy, dikutip dari sebuah channel YouTube. Ia juga mengakui bahwa ia mengenal baik Raffi Ahmad, tetapi menekankan bahwa pengalaman adalah hal utama dalam bidang kepemudaan dan olahraga.
Taufik Hidayat memiliki latar belakang yang sangat kuat dalam olahraga. Sebagai legenda bulu tangkis Indonesia, ia berhasil meraih medali emas Olimpiade 2004 di Athena, Yunani, dengan mengalahkan Shon Seung-mo dari Korea Selatan di babak final. Selain itu, ia juga menjadi juara dalam Kejuaraan Dunia 2005 serta Pesta Olahraga Asia 2002 dan 2006. Pengalaman tersebut membuat Sandy yakin bahwa Taufik lebih layak menjadi Menteri dibandingkan Raffi Ahmad.
Meskipun demikian, Sandy tidak menutup mata terhadap kemungkinan Raffi Ahmad menjadi Menteri. Jika posisi itu berada di bidang hiburan, maka ia akan lebih memilih Raffi. Namun, dalam kasus Menpora, ia tetap memilih Taufik Hidayat karena alasan pengalaman dan kompetensi.
Empat Nama yang Masuk Bursa Calon Menpora
Selain Raffi Ahmad dan Taufik Hidayat, ada tiga nama lain yang juga disebut sebagai kandidat pengganti Dito Ariotedjo sebagai Menpora. Berikut adalah profil singkat dari empat sosok tersebut:
-
Puteri Komarudin
Puteri Komarudin adalah anggota DPR RI dari Partai Golkar, Komisi XI. Dia adalah putri dari politisi senior Ade Komarudin. Alumni University of Melbourne ini pernah bekerja di OJK dan masuk dalam daftar Forbes 30 Under 30 Asia kategori Finance & Venture Capital. -
Raffi Ahmad
Raffi Ahmad adalah artis, presenter, dan pengusaha. Ia juga pemilik klub sepak bola RANS Nusantara FC. Di pemerintahan Prabowo Subianto, ia bertugas sebagai Utusan Khusus Presiden Bidang Pembinaan Generasi Muda dan Pekerja Seni. Meski sempat disebut sebagai kandidat Menpora, ia dikabarkan menolak tawaran tersebut karena potensi pro-kontra. -
Taufik Hidayat
Legenda bulu tangkis Indonesia ini pernah menjabat sebagai Staf Khusus Menpora era Zainudin Amali. Saat ini, ia menjabat sebagai Wakil Menteri Pemuda dan Olahraga (Wamenpora) dalam Kabinet Merah Putih. Taufik menyatakan bahwa ia akan melanjutkan arahan Presiden dan program yang sudah dijalankan Dito Ariotedjo. -
Moreno Soeprapto
Moreno Soeprapto adalah mantan pembalap internasional yang pernah berlaga di Formula BMW Asia dan A1 Grand Prix. Ia kini aktif dalam politik sejak 2014 dan dinilai memiliki kombinasi ideal antara pengalaman olahraga dan legislasi.
Peran Wamenpora dalam Penyelenggaraan Program Kemenpora
Sementara posisi Menpora masih kosong, Wamenpora Taufik Hidayat memastikan bahwa seluruh program Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) akan tetap berjalan sesuai jadwal. Termasuk dalam hal ini adalah peringatan Hari Olahraga Nasional (Haornas) 2025.
“Haornas ada, akan jalan juga. Siapa pun di situ, ada Menpora atau enggak ada, kita semua enggak ada yang tahu, tapi olahraga tetap steady,” kata Taufik. Ia juga menegaskan bahwa seluruh program yang sudah ditetapkan oleh Dito Ariotedjo akan dilanjutkan. “Kami kan ikut arahan Pak Presiden. Jadi apa yang sudah dilegasikan Pak Dito, saya harus jalankan.”