
Dua Pembalap Indonesia Siap Berlaga di MotoGP San Marino 2025
Dalam ajang MotoGP San Marino 2025 yang akan berlangsung di Sirkuit Misano, Italia, dua pembalap asal Indonesia akan turut serta. Mereka adalah Mario Suryo Aji dan Veda Ega Pratama. Keduanya memiliki jalur kiprah yang berbeda dalam ajang ini, namun sama-sama menunjukkan komitmen untuk tampil maksimal.
Mario Suryo Aji, pembalap asal Magetan, Jawa Timur, akan berlaga di kelas Moto2 bersama Honda Team Asia. Ia baru saja kembali beraksi dalam balapan GP Catalunya setelah tiga bulan absen akibat cedera. Meski kembali ke lintasan, Mario masih mencari konsistensi dalam performanya. Pada sesi latihan, ia mampu menunjukkan kecepatan yang cukup baik, tetapi pada balapan resmi, ia hanya finis di posisi ke-23.
Setelah lomba, Mario mengakui bahwa awalnya ia merasa kaget dengan ritme balap yang ia ukir selama dua hari pertama. Namun, ia menyadari bahwa kembalinya ia ke intensitas balapan yang tinggi membuatnya sedikit kesulitan mengikuti para pembalap lain.
"Saya memulai akhir pekan dengan kecepatan yang tidak terduga. Pada hari Jumat dan Sabtu, kecepatannya memang bagus," ujarnya. "Namun, setelah tiga bulan absen, wajar jika saya sedikit kesulitan mengikuti ritme balapan."
Mario juga menegaskan bahwa ia tidak lagi khawatir tentang kondisi fisiknya. Yang paling penting bagi dirinya adalah bisa kembali menemukan ritme terbaik agar bisa tampil lebih optimal di seri berikutnya.
"Fokus utama saya adalah mendapatkan kembali kecepatan balapan penuh, tetap berkonsentrasi, dan bekerja sama dengan tim untuk mengejar ketertinggalan," tambahnya. Ia juga mengucapkan terima kasih kepada tim dan para pendukungnya yang telah memberikan dukungan tanpa henti.
Hiroshi Aoyama, manajer Honda Team Asia, memberikan peringatan kepada Mario bahwa masalah utamanya saat ini adalah ritme balap. Hal ini disebabkan oleh lama tidak berlaga di sirkuit, sehingga ia perlu menyesuaikan diri kembali.
Sementara itu, Veda Ega Pratama juga siap berlaga dalam ajang Red Bull Rookies Cup 2025. Ia masih memiliki peluang untuk meraih gelar juara di seri terakhir ini. Saat ini, Veda berada di peringkat kedua klasemen dengan 170 poin. Ia tertinggal 21 poin dari Brian Uriarte, pembalap asal Spanyol yang menjadi pemuncak klasemen.
Untuk bisa meraih gelar juara, Veda harus menyapu bersih dua balapan di Misano seperti yang ia lakukan di Mugello, Italia lalu. Syaratnya, Uriarte harus gagal finish di posisi tiga besar.
Kehadiran kedua pembalap Indonesia ini menunjukkan potensi yang besar dalam dunia balap motor. Meskipun masih ada tantangan yang harus dihadapi, mereka tetap optimis dan siap memberikan yang terbaik di Sirkuit Misano.