
Kasus Pembunuhan Kepala Cabang Bank BUMN Terungkap, Ada Keterlibatan TNI
Kasus penculikan dan pembunuhan yang menimpa Mohamad Ilham Pradipta (37), Kepala Cabang Pembantu (KCP) sebuah bank BUMN di Cempaka Putih, Jakarta, semakin memperlihatkan fakta baru. Dalam penyelidikan terbaru, diketahui bahwa ada keterlibatan oknum Tentara Nasional Indonesia (TNI) dalam tindakan pidana tersebut.
Komandan Polisi Militer Kodam Jaya, Kolonel Corps Polisi Militer (Cpm) Donny Agus Priyanto, mengonfirmasi adanya pemeriksaan terhadap prajurit TNI yang diduga terlibat dalam kasus ini. Ia menjelaskan bahwa saat ini sedang dilakukan pemeriksaan lebih lanjut terhadap pelaku.
Meski begitu, Donny tidak memberikan informasi detail mengenai motif atau peran oknum anggota TNI tersebut. Jumlah prajurit yang terlibat juga belum diungkapkan. Hal ini menunjukkan bahwa penyelidikan masih berlangsung dan belum menemukan titik terang sepenuhnya.
Peran Pihak Lain dalam Kasus Ini
Adrianus Agal, kuasa hukum empat tersangka penculikan Ilham, pernah menyebutkan adanya keterlibatan oknum dari salah satu instansi dalam kejadian ini. Namun, ia tidak merinci asal instansi tersebut.
Menurut Adrianus, Eras, salah satu pelaku, diminta untuk melakukan penculikan. Setelah menjemput korban di sore hari, mereka menerima perintah dari seseorang bernama F untuk menyerahkan korban ke wilayah Cawang, Jakarta Timur. Setelah penyerahan tersebut, Eras dan tiga rekannya meninggalkan tempat kejadian perkara (TKP). Namun, mereka kembali diperintahkan untuk mengantar korban kembali.
Saat bertemu kembali, mereka menemukan korban sudah tidak bernyawa. Menurut Adrianus, para pelaku merasa tekanan selama proses tersebut. Salah satu dari mereka bahkan menyampaikan kepada keluarganya bahwa mereka hanya diperintahkan untuk membuang jenazah. Peran mereka, menurut Adrianus, berakhir sampai di situ.
Latar Belakang Kasus
Mohamad Ilham Pradipta ditemukan tewas di area persawahan Kampung Karangsambung, Desa Nagasari, Kecamatan Serang Baru, Kabupaten Bekasi, pada Kamis (21/8/2025) sekitar pukul 05.30 WIB. Mayat korban pertama kali ditemukan oleh warga yang sedang menggembala sapi.
Saat ditemukan, korban dalam kondisi tangan dan kaki terikat serta mata terlilit lakban. Warga langsung melaporkan ke perangkat desa dan aparat kepolisian setempat. Petugas kemudian mendatangi TKP dan menemukan mayat dengan kondisi seperti itu.
Belakangan diketahui bahwa korban sempat diculik dari supermarket di Pasar Rebo, Jakarta Timur, sebelum jasadnya dibuang ke area persawahan. Berdasarkan rekaman CCTV yang diterima, korban tampak mengenakan kemeja batik cokelat berlengan pendek dan celana panjang krem. Ia berjalan sambil menutupi kepala dengan tangan kiri, berusaha menghindari rintik hujan di area parkir supermarket.
Setibanya di mobil, saat hendak membuka pintu kemudi kendaraan berwarna hitam, beberapa orang tiba-tiba keluar dari mobil putih yang terparkir tepat di sebelahnya. Korban mencoba melawan, tetapi usaha tersebut tidak berhasil. Ia kemudian dipaksa masuk ke dalam mobil putih tersebut. Tak lama, kendaraan itu langsung melaju meninggalkan area parkir.
Seorang saksi yang melihat kejadian itu sempat menyadari adanya aksi penculikan. Namun, mobil berkelir putih tersebut keburu tancap gas dan menghilang dari lokasi. Kejadian ini menjadi salah satu bagian dari investigasi yang masih berlangsung untuk mengungkap siapa pelaku utama dan motif di balik pembunuhan ini.